Warga Lumajang, sebuah kota kecil di Indonesia, dikejutkan dan dibuat bingung dengan serangkaian mutasi misterius yang terjadi di komunitas mereka. Dari hewan yang cacat hingga tanaman aneh, warga berjuang untuk memahami apa yang menyebabkan kejadian aneh ini.
Salah satu mutasi paling mencolok yang pernah dilaporkan adalah kelahiran anak sapi berkepala dua di peternakan setempat. Anak sapi yang lahir dari sapi milik seorang peternak di kawasan tersebut membuat bingung baik peternak maupun masyarakat. Hewan berkepala dua sangat langka dan biasanya disebabkan oleh kelainan genetik atau faktor lingkungan. Namun dalam kasus ini, belum ada penjelasan jelas mengapa anak sapi tersebut lahir berkepala dua.
Selain anak sapi berkepala dua, warga juga melaporkan melihat tanaman dan pepohonan berubah bentuk di kawasan tersebut. Beberapa pohon memiliki pertumbuhan aneh yang menyerupai tumor, sementara pohon lainnya memiliki cabang yang bengkok dan tidak berbentuk. Petani lokal khawatir akan dampak mutasi ini terhadap tanaman dan mata pencaharian mereka, karena mereka tidak yakin apakah tanaman yang bermutasi tersebut aman untuk dimakan atau dijual.
Para ilmuwan dan peneliti telah dipanggil untuk menyelidiki mutasi misterius di Lumajang. Mereka telah mengumpulkan sampel hewan dan tumbuhan yang cacat untuk dianalisis lebih lanjut dalam upaya menentukan penyebab kejadian aneh tersebut. Beberapa ahli percaya bahwa polusi atau kontaminasi dari industri terdekat mungkin menjadi penyebabnya, sementara yang lain berpendapat bahwa faktor alam seperti radiasi atau mutasi genetik mungkin menjadi penyebabnya.
Masyarakat Lumajang tentu merasa khawatir dengan dampak mutasi tersebut. Mereka mengkhawatirkan kesehatan ternak dan tanaman mereka, serta keselamatan mereka sendiri. Banyak pihak yang menyerukan tindakan untuk mengatasi akar penyebab mutasi dan mencegah kejadian lebih lanjut di masa depan.
Sementara itu, misteri mutasi di Lumajang masih terus membingungkan dan meresahkan masyarakat. Saat para ilmuwan berupaya mengungkap penyebab kejadian aneh ini, penduduk hanya bisa menunggu dan berharap jawaban yang akan mengakhiri mutasi aneh yang melanda kota mereka.
